CARA KERJA DARI MESIN CUCI OTOMATIS

Cara kerja mesin cuci pada prinsipnya sama untuk semua jenis mesin cuci otomatis (satu tabung) maupun mesin cuci semi otomatis (dua tabung). Untuk mesin cuci top loading semi otomatis dengan dua tabung, perbedaannya terletak pada proses spinning (pemerasan) yang dilakukan di tabung kedua. Melalui tahap-tahap proses pencucian hingga pengeringan kita akan mengetahui bagaimana cara kerja mesin cuci otomatis.

Setelah kita memasukkan pakaian kotor ke dalam drum atau bak mesin cuci, kita tekan tombol start dan mesin akan mulai beroperasi membersihkan pakaian yang kotor di dalamnya dengan tahap-tahap sebagai berikut ini:

1. Mengontrol dan Mengatur

Kontrol (alat elektronik yang mengatur semua pergerakan mesin cuci) akan mendeteksi berapa berat dari pakaian (dengan mengetahui berapa beban motor), setelah berat pakaian diketahui kontrol akan mengatur level air, waktu cuci, waktu bilas, waktu pengeringan, dan membuka katup air masuk (water inlet valve).

2. Pengisian Air

Mesin cuci akan mengisi tabung dengan air dari selang pengisian dan mencampurnya dengan deterjen. Cara kerja mesin cuci front loading dan top loading dalam mengisi tabung sedikit berbeda. Jika mesin front loading dengan pintar akan menentukan jumlah air yang masuk, mesin top loading biasanya akan memberhentikan pengisian jika sudah mencapai level tertentu melalui sensor pengisian di dalam tabung. Setelah level air tercapai katup air masuk akan tertutup dan agitator mulai berputar untuk menciptakan putaran air.

3. Pengucekan Pakaian

Pada tahap ini, mesin akan membantu melepaskan kotoran yang melekat dengan mencampur deterjen dengan air dan mengucek pakaian dengan cara membolak-balikkan cucian ke segala arah dengan bantuan agitator. Agitator ini digerakkan oleh sumber tenaga berupa motor listrik.

Pada mesin cuci top loading (bukaan atas), biasanya agitator ini akan terlihat dengan jelas karena terletak di bagian tengah tabung. Namun pada mesin cuci front loading (bukaan depan), gerakan agitasi ini ditimbulkan dari gerakan/putaran tabung secara keseluruhan.

Bila kontrol telah mendeteksi waktu cuci habis, motor akan berhenti memutar agitator dan katup buang pun dibuka sehingga air hasil pencucian dibuang keluar. Setelah air bekas cucian di buang, drum tempat pakaian akan berputar untuk membuang sisa-sisa air yang ada di dalam pakaian.

4. Pembilasan

Setelah mesin selesai mengagitasi pakaian untuk membersihkannya, air bercampur deterjen hasil pencucian akan dikeluarkan dari mesin melalui selang pembuangan. Setelah itu katup bilas akan tertutup dan katup air masuk terbuka mengalirkan air bersih ke dalam tabung mesin cuci.

Jika jumlah/ level air sudah terpenuhi, katup air masuk akan tertutup dan mesin cuci pun mulai mengagitasi pakaian (melakukan pembilasan). Jika waktu bilas sudah habis, maka kontrol akan membuka katup buang dan air bekas pembilasan akan keluar.

5. Pemerasan Pakaian

Pada bagian ini, tabung mesin cuci berputar dengan cepat biasanya antara 400 hingga 800 rpm (putaran per menit). Semakin cepat tabung mesin cuci berputar, maka akan semakin cepat pula air terperas dari pakaian. Semakin banyak air yang terperas dari pakaian, maka pakaian akan lebih cepat kering saat pengeringan maupun saat dijemur nanti.

6. Pengeringan

Untuk beberapa mesin cuci jenis tertentu yang sudah dikombinasikan dengan pengering, proses pengeringan dilakukan dengan jalan memutar drum mesin cuci dan menggunakan suhu tertentu. Dan jika waktu pengeringan sudah habis maka mesin cuci pun berhenti secara otomatis dan proses pencucian pun selesai. Tahap selanjutnya yaitu dilakukan penjemuran.

 

sumber: http://trendmesincuci.blogspot.co.id/2014/12/cara-kerja-mesin-cuci-otomatis.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *